TATAPLAH WAJAH ORANG TERDEKAT ANDA

January 25, 2007 by somad

 

Pernahkah menatap orang terdekat ketika sedang tidur.......??
Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur.
Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.
Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun 
bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur.
Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.
Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur.
Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, 
betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, 
betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. 
Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. 
Orang inilah, rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.
 
Sekarang, beralihlah.
Lihatlah ibu anda.
Hmm...kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai- belai
tubuh bayi kita itu, kini kasar karena tempaan hidup yang keras.
Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita.
Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita 
semata-mata karena rasa kasih dan sayang, dan sayangnya, itu sering kita salah artikan.
Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu...
Ayah, Ibu, Suami, Istri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya...
Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya.
Rasakanlah energi cinta yang mengalir pelan-pelan 
saat menatap wajah lugu yang terlelap itu.
Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras 
ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu 
untuk kebahagiaan anda.
Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalahpahaman kecil 
yang entah kenapa selalu saja nampak besar.
Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi 
melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur.
Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan.
Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya. 
Tanpa kata, Tanpa suara dia berkata... "betapa lelahnya aku hari ini".
Dan penyebab lelah itu?  Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah kita.
Suami yang bekerja keras mencari nafkah, 
istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, juga rumah.
Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.
Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi 
dengan menatap wajah-wajah mereka.
Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua.
Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari 
mereka "orang-orang terkasih itu" tak lagi membuka matanya, selamanya ...

Get prom imel…

Cobalah melihat sekeliling kita…..

January 25, 2007 by somad

u.jpg

Banyak hal yang bisa kita lakukan dalam hidup ini. Suka dan duka hidup tersaji dihadapan kita dengan segala tata cara dan ritualnya. Terkadang hidup ini ceria dan terkadang kita terpuruk dalam menjalani hidup. Segala hal dalam dunia ini akan mampu menempa kita untuk lebih dewasa dalam menjalani hidup.

Jalan hidup kita, apa yang akan kita lakukan dan apa yang akan kita dapatkan ditentukan oleh diri kita sendiri. Tidak ada yang bisa merubah nasib kita kecuali kita berusaha untuk merubah diri kita. Orang lain hanya mampu memberikan nasehat tanpa mampu merubah jalan hidup kita. Kita yang tentukan bagaimana masa depan kita. Jangan pernah kita terkungkung dalam sudut pandang hidup yang sempit. Cobalah kita liahat sekeliling kita bagaimana manusia disekitar kita menjalani hidup mereka. Kita tidak mampu merubah apa yang telah mereka pilih untuk hidup mereka. Namun setidaknya kita bisa memetik pelajaran dari apa yang telah mereka lakukan dalam menjalani hidup.

Cobalah sesekali kita melihat manusia disekeliling kita. Coba kita amati mereka yang di pagi hari telah berjuang dalam menghadapi hidup disaat kita masih enak-enakan tidur diranjang yang empuk. Seorang pasukan kuning yang dipagi hari buta telah berjuang untuk mendapatkan penghidupan bagi keluarga mereka, yang menurut kita sangat minim sekali untuk hidup. Tapi dalam kenyataannya mereka mampu untuk membesarkan dan menghidupi keluarga mereka. Yang patut kita hargai adalah etos kerja mereka yang pantang menyerah dalam menghadapi hidup yang semakin keras. Kenapa kita tidak coba belajar dari mereka dengan segala keuletan dan keteguhan hati mereka untuk tabah dan loyal dalam pekerjaan mereka.

Jadikan kesabaran, keuletan, etos kerja dan kejujuran dalam menjalani hidup menjadi dasar dalam hati kita dalam melangkah dan bekerja.

 

 

Ahmad Helmi

Nit-Net, Jogjakarta, 25 Januari 2007

Ketika Wulan Manjer Kawuryan di langit malam

 

 

Ketika nafsu menjadi tuan besar

December 21, 2006 by somad

Ketika nafsu menjadi tuan besar

Banyak hal yang berkecamuk dalam diriku dimalam ini. Ketika semua hal menjadi buta dan gelap. Ketika segala akal sehat menjadi sesatu yang asing dalam diri. Dan ketika nafsu menjadi tuan besar dalam diriku. Sulit bagi diriku dimalam ini untuk dapat menguasai sesuatu yang selama ini dapat kukendalikan dengan baik dan terarah. Ternyata aku tidak sebaik yang kuduga dalam mengontrol emosi dan nafsu seperti yang ku agungkan selama ini.

Tuhan, kenapa engkau menganugerahi manusia dengan nafsu yang kadang manusia tersebut tidak mampu mengendalikannya? Apakah engkau tidak tahu betapa rapuhnya aku dengan anugerah yang engkau berikan pada manusia. Aku takut Tuhan, bila nafsu menjadi tuan besar dalam diriku. Aku takut dan begitu takut bila aku tidak mampu menguasai anugerah yang engkau berikan. Begitu lemah dan kecilnya aku bila tuan besar datang dan menguasai diriku. Begitu mudahnya dia mengajak dan memerintahkan aku dengan segala kekuatan yang dia miliki. Aku jatuh dan menghamba pada dia. Lemah dan sangat lemah sekali diriku bila dia datang. Tameng yang selama ini membentengi diriku, menjadi bumerang yang sangat menyakitkan dan menghujam pada diriku, sehingga pandanganku menjadi gelap dan hampa.

Banyak pelajaran yang aku dapat malam ini. Dengan segala kekuatan dan keperkasaan yang manusia miliki, ternyata mereka menjadi lemah bila nafsu telah menguasai mereka. Mata dan hati telah terbutakan oleh nafsu. Manusia digiring kepinggir jurang kehampaan dan kelemahan yang sangat dalam sampai-sampai manusia tidak mampu untuk bangkit dan berdiri tegak. Sebesar apapun manusia dan sekeras apapun hati manusia, akan lemah dan rapuh bila mereka tidak mampu menguasai nafsu yang datang pada diri mereka. Hanya dengan dengan dekat dengan Tuhan, niscaya manusia akan mampu membentengi dan menguasai nafsu yang datang menyerang mereka.

Semoga aku mampu menjadi tuan besar bagi nafsu dan emosi yang ada dalam diriku………

Created by, Ahmad Helmi

“Malam ketika nafsu menguasai diriku”

Bogor, 26 November 2006 12:12 am

Hidup Adalah Perjuangan

November 11, 2006 by somad

dsc00439.jpg

Hidup adalah perjuangan tanpa henti

Setiap tantangan dan rintangan yang kita hadapi, menjadi pembelajaran bagi kita untuk bersikap lebih dewasa lagi. Seberat apapun rintangan dan tantangan tersebut, mau tidak mau, siap tidak siap harus kita hadapi dengan hati dan wajah terangkat.

Setiap manusia yang ada di dunia ini tidak pernah lepas dari masalah yang harus mereka hadapi. Terkadang tingkat penerimaan setiap manusia di dunia ini berbeda-beda antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. Disatu sisi, ada beberapa hal yang orang anggap berat bagi mereka, namun disisi yang lain hal tersebut merupakan persoalan yang mudah bagi individu yang lain. Disinilah dibutuhkan kelapangan hati kita dalam menyiapkan tempat bagi hati kita untuk menyaring dan mengatasi masalah tersebut. Semakin kecil tempat yang kita siapkan untuk masalah tersebut, semakin pahit yang akan kita rasakan.

Sebaliknya bila tempat yang kita siapkan besar dan luas, semakin ringan bagi kita masalah tersebut. Sebagai ilustrasi adalah rasa asin garam yang setiap hari kita rasakan. Bila segenggam garam kita taruh dalam segelas air, maka bila rasakan air dalam gelas tersebut akan terasa sangat asin. Coba kita masukkan segenggam garam tersebut dalam sebaskom air, maka bila kita rasakan air dalam baskom tersebut, terasa tidak terlalu asin. Seperti itulah berat ringan masalah yang kita hadapi. Bila kita terlalu sempit dalam berpikir dan menyaringnya, masalah akan terasa berat bagi kita. Sebaliknya bila kita luas dalam berfikir dan menelaah, maka masalah tersebut akan terasa ringan.

Tidak ada masalah di dunia ini yang tidak dapat diselesaikan dengan baik. Cepat atau lambat terselesaikannya masalah tersebut, semuanya tergantung oleh proses yang kita lakukan untuk menuntaskan masalah tersebut. Hanya dengan kesabaran dan kejernihan berfikir, kita akan mampu menuntaskan masalah tersebut.

“Hasil renungan yang tidak jelas ditengah malam yang tidak tahu harus aku curahkan kemana”